
Tidak ada kata terlambat untuk belajar, itulah yang dipercayai oleh para perempuan di Lembang To’ Pao yang begitu bersemangat mengikuti pelatihan tata rias dan pelatihan menjahit. Pelatihan diselenggarakan oleh pemerintah Lembang To’ Pao yang menggunakan dana desa/lembang tahun anggaran 2023. Melalui akun pribadi Kepala Lembang To’ Pao (Imanuel Sambira) menuliskan ” Puji syukur kita telah menyelesaikan program pelatihan Tata rias dan pelatihan menjahit yang menggunakan Dana Lembang TA.2023. Tentu harapan kita semoga pelatihan ini dapat melahirkan SDM To’ Pao semakin maju, tangguh & berdaya saing tinggi. Selamat kepada para peserta yang telah belajar & juga terimakasih kepada tutor yang luar biasa juga semua pihak yang terlibat ”
Dengan melibatkan potensi dan sumber daya lokal, Pemerintah Lembang To’ Pao menggunakan pelatih yang ada di Lembang To’ Pao yang sudah mempunya pengalaman dalam mengelola usaha dibidang tata rias dan keterampilan menjahit. Pelatihan ini bertujuan untuk mewujudkan lahirnya Sumber Daya Manusia di To’ Pao yang maju, tangguh dan berdaya saing tinggi.
Pelatihan ini membuka akses bagi perempuan keberbagai pengetahuan sehingga peran perempuan dalam kemampuan kewirausahaan berdampak luas, tidak hanya bagi peningkatan ekonomi keluarga, namun juga akan mendorong tersedianya lapangan kerja dan mencetak UMKM perempuan unggul dan berdaya di Lembang To’ Pao. Konstribusi perempuan pada perekonomian keluarga, juga menjadi kekuatan dalam proses pengambilan keputusan dalam rumah tangganya, termasuk untuk berbagai peran dalam mendidik dan mangasuh anak bersama suami yang lebih adil.
Program ini merupakan hasil advokasi dari Kelompok Konstituen Sipakaboro’ (KK Sipakaboro’) yang telah dibentuk oleh Yayasan Eran Sangbure Mayang bersama Pemerintah Lembang To’ Pao melalui dukungan program INKLUSI (kemitraan Australia-Indonesia menuju masyarakat inklusif).




