Yayasan Sangbure Mayang (YESMa) mengadakan pembentukan kelompok konstituen di Kelurahan Rante. Kegiatan ini di hadiri oleh pemerintah setempat, dan juga beberapa tokoh Masyarakat seperti PKK, kader- kader balita, lansia, bina keluarga balita (BKB), sedangkan dari YESMa dihadiri oleh Ketua YESMa Lenynda Tondok S.Si, kordinator program Matias beserta staf. Kegiatan ini di laksanakan pada Senin, 17 september 2022 dan di buka oleh Ibu Any Sambolangi’ selaku staf kelurahan.
Dalam sambutannya, Lenynda Tondok S.Si menyampaikan bahwa “kenapa kami memilih Kelurahan Rante, pertimbangannya karena kami mendapatkan informasi bahwa di kelurahan rante tingkat kekerasan seksual terhadap Perempuan dan anak cukup memperihatinkan” ucap ketua YESMa.
Marten Tulak SH., Lurah Rante, dalam sambutannya menyampaikan terimah kasih kepada Yayasan Eran Sangbure Mayang yang telah memfasilitasi kegiatan ini, dan berharap pengurus yang sudah terbetuk betul- betul membantu masyarakan yang membutuhkan”.
Kelompok konstituen di bentuk di kelurahan rante dengan tujuan agar masyarakat, khususnya disabilitas, lansia, perempuan kepala keluarga, perempuan dan anak korban kekerasan serta kelompok rentan dan marginal lainnya.
Dalam kegiatan ini di laksanakan pula pembentukan pengurus yang dipilih oleh peserta yang hadir. Pemilihan dilakukan dengan cara menulis nama calon. Calon yang terpilih adalah yang memperoleh suara terbanyak.
Pengurus yang terpilih adalah Susanti (ketua), Novelti Neti (sekretaris), Agustina Allo Linggi (bendahara). Dalam pembentukan KK tersebut, disepakati pula mengenai nama Kelompok yaitu Kelompok Konstituen Ramos. Nama Ramos diambil dari gabungan empat nama lingkungan yang ada dikelurahan Rante, yakni Rante, Rano, Mamabo dan Sepang.
Ketua kelompok yang terpilih diberi kesempatan untuk menyampaikan sepatah kata, yang pada intinya ucapan terimah kasih atas kepercayaan yang di berikan. ”mewakili pengurus yang terpilih saya mengucapkan Terimah kasih kepada YESMa dan kepada kita semua yang hadir yang telah mempercayakan kami sebagai pengurus”. Ungkap Susanti.

